Antisipasi dengan Banyak Minum Air dan Vitamin
MADINAH, (PR).-Cuaca di tanah suci, diakui Koordinator Balai Pengobatan Haji Indonesia Daerah Kerja (Daker) Madinah, dr. Agus Widyatmoko, Sp.PD., sering berubah. "Kadang panas, tetapi juga kadang dingin di malam hari disertai angin dengan udara yang kering dan lembab, sehingga dapat menyebabkan kulit berbintik-bintik merah dan gatal serta sering mimisan," ujarnya.
Untuk itu, para jemaah diminta untuk mengantisipasi perubahan cuaca itu. Kepada para jemaah haji Indonesia diimbau untuk selalu minum air dan makan buah yang banyak. "Minum tidak perlu sekaligus, tetapi rutin setiap jam satu sampai dua gelas dengan diasupi beberapa vitamin."
Perubahan cuaca yang kadang ekstrem menurut dia, memang merupakan persoalan bagi para jemaah haji yang banyak di antaranya sudah berusia lanjut (uzur). Agus menambahkan, kebanyakan jemaah Indonesia, terutama yang uzur selalu bermasalah dengan kesehatan, karena mereka rentan terkena penyakit seperti influenza, infeksi saluran pernapasan, diare, dan lainnya.
Berdasarkan data Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Depag Daker Madinah, sampai Sabtu (24/11) pukul 20.00 WAS terdapat 7.705 kasus yang dilayani Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI) Daker Madinah. Yang berobat ke kloter di Daker Madinah sebanyak 7.438 orang, ke sektor 131 orang, BPHI 123 orang dirwat di RS Al-Anshor, Madinah 9 orang, dan wafat sebanyak empat orang.
Burung merpati
Salah satu tanda bahwa di tanah suci sedang musim dingin, juga banyak
dijumpai burung-burung merpati berkerumun di depan Masjidil Haram. Tidak jarang,
jemaah yang datang ke Masjid Haram, selalu menyempatkan membeli makanan merpati
kemudian diberikan kepada burung-burung jinak tapi sulit ditangkap ini.Burung merpati ini , berbeda dengan jenis merpati Eropa atau Indonesia. Warna bulunya unik dihiasi dengan dua garis melintang mirip pangkat seorang perwira dalam ketentaraan. Merpati, juga menjadi burung kesayangan warga Saudi Arabia, karena terkait dengan sejarah hijrah Nabi Muhammad saw.
Ketika itu Rasulullah bersama Abubakar sedang dikejar kaum Quraisy. Beliau lalu bersembunyi di Gua Hira. Pada saat itulah di pintu gua bersarang laba-laba, dan ada pula merpati sedang bertelur. Karena melihat pintu gua ditutup laba-laba dan ada merpati bertelur, maka kaum Quraisy memastikan tidak mungkin seseorang bisa bersembunyi di dalam gua, Rasulullah dan Abubakar r.a. akhirnya lolos.
Sekarang kumpulan merpati Mekah dapat disaksikan di sudut-sudut Mekah. Kabarnya, ini menjadi petunjuk musim. Semakin banyak burung merpati berkumpul ke Mekah pertanda bahwa tanah suci akan diselimuti musim dingin.
Copet beraksi
Wartawan Pikiran Rakyat yang tergabung dalam Kloter 13 Kabupaten
Bandung Nanang Setiawan melaporkan, banyak jemaah haji yang kecopetan di Masjid
Nabawi Madinah. "Tadi pagi saja, di kloter kami ada dua orang yang menjadi
korban. Belum lagi dari kloter lain. Kasihan mereka, hampir seluruh living
cost-nya ludes," ujar Nanang Setiawan, Minggu kemarin.Oleh karena itu, para jemaah haji yang akan pergi ke tanah suci selalu waspada terhadap tangan-tangan nakal para pencopet. Yang datang ke Masjid Nabawi dan Masjidil Haram, bukan hanya jemaah yang akan beribadah haji saja, tapi para pencopet pun banyak. Mereka datang dengan memanfaatkan kelengahan para jemaah yang sedang berdesak-desakan.
Menurut Nanang, mereka umumnya para wanita berkulit kelam. Mereka awalnya seperti wanita peminta-minta satu-dua riyal. Namun, jika jemaah haji lengah, mereka menggerayangi kantong dan mengambil uang kita. "Ada seorang ibu tua, 1.200 Riyal Saudi Arabia yang dibawanya hari itu hilang semua," ujar Nanang.
Para pembimbing pun hanya bisa mengimbau para jemaahnya untuk selalu hati-hati. Jika ada orang tidak dikenal datang menghampiri meminta sedekah atau tanya itu ini, agar hati-hati. Kalau lengah, apalagi kalau sendiri, akan menjadi sasaran copet. (A-123/AZ/mr/mch)*** Sealnjunya...