Translate

Jumat, 27 Desember 2013

Jemaah Masuk Asrama

BANDUNG, (PR).-
Sebanyak 445 jemaah haji kloter pertama asal Jawa Barat mulai memasuki Asrama Haji Bekasi, Jumat (16/11). Rencananya, jemaah dari Kota Bandung itu bertolak ke tanah suci Sabtu (17/11) melalui Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta.

JEMAAH calon haji memperlihatkan surat panggilan masuk asrama (SPMA) di Kantor Departemen Agama Kota Bandung, Jln. Soekarno-Hatta, Kamis (15/11).*LINA NURSANTI/”PR”
”Kali ini, Panitia Pemberangkatan dan Pemulangan Haji (P3H) semakin memperketat pemeriksaan barang bawaan jemaah menyusul diterapkannya aturan baru penerbangan internasional,” kata Kasi Haji dan Umrah Kantor Departemen Agama Kota Bandung, Drs. H. Ajam Mustajam ketika ditemui di kantornya, Jln. Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Kamis (15/11).

Ajam mengatakan, panitia tidak akan lagi menoleransi jemaah yang melanggar ketentuan barang-barang bawaan. Ketegasan ini selain menghindari sweeping di bandara, juga untuk memberikan pembelajaran bagi kloter berikutnya.
Pemeriksaan barang akan kembali dilakukan di embarkasi. ”Bagaimanapun karena kami tidak punya alat deteksi, mungkin ada satu dua barang yang lolos dan kalau ketahuan itu harus diturunkan di embarkasi,” ujarnya.
Setiap jemaah wajib menandatangani kertas di atas segel Rp 6.000,00 yang berisi surat pernyataan barang bawaan. Pernyataan ini dijadikan jaminan jemaah tidak akan mencuri-curi menyembunyikan barang melebihi ketentuan. ”Kalau jemaah yang masih nakal-nakal itu berdosa pada diri sendiri dan pada orang lain,” ucapnya.
Pemberangkatan jemaah haji bertolak dari halaman Mapolda Jabar, Jln. Soekarno-Hatta, Kota Bandung. Rencananya, mereka terbang dari Bandara Soekarno-Hatta pada Sabtu (17/11) pukul 13.50 WIB menggunakan pesawat Saudi Airlines dengan nomor penerbangan SV 5017. Sebelumnya, pukul 11.30 WIB jemaah dilepas Gubernur Jawa Barat Danny Setiawan, di bandara.
Terkait titik pemberangkatan di Mapolda, Ajam merasa bersyukur karena Kapolda membolehkan jemaah memanfaatkan seluruh fasilitas dan sarana yang ada di Mapolda seperti lapangan dan masjid.
Para pengantar atau keluarga jemaah tidak diperkenankan memasuki halaman Mapolda, kecuali undangan atau kendaraan yang sudah memiliki stiker. Bagi para pengantar jemaah, Ajam mempersiapkan tidak lebih dari 100 stiker yang akan dibagikan kepada kendaraan sebagai tanda boleh masuk halaman Mapolda.
Rombongan jemaah calhaj akan diberangkatkan ke asrama haji menggunakan 10 bus ditambah 1 bus cadangan dan mobil ambulans. Hingga saat ini, Ajam belum menerima laporan jemaah yang mengalami gangguan kesehatan. ”Alhamdulillah, sehat semua,” ujarnya.
Tahun ini, jemaah yang batal berangkat dari Kota Bandung ada tiga orang. Ketiganya disebabkan hamil dan usia kehamilannya belum mencapai 14 minggu serta belum divaksin meningitis. ”Begitu mau divaksin, ia ketahuan hamil. Dinas Kesehatan tidak mau menyuntik vaksin meningitis karena takut ada ekses pada janinnya,” ujarnya.
Sebelumnya, Kepala Kantor Departemen Agama (Kandepag) Kota Bandung, Drs. H. Cecep Alamsyah M.Si. mengungkapkan, Kota Bandung tahun ini memberangkatkan 3.621 jemaah, termasuk jemaah asal luar Kota Bandung 270 orang. Jemaah terdiri dari 1.648 pria dan 1.973 wanita. Terbanyak dari Kecamatan Sukasari 500 orang.
Selain itu, warga Kota Bandung yang menjadi daftar tunggu tahun 2008/1429 berjumlah 3.018 orang terdiri 884 pria dan 2.134 wanita. Sedangkan tahun 2009/1430 H berjumlah 327 terdiri 153 pria dan 327 wanita.
Cecep menuturkan, pemberangkatan jemaah haji Kota Bandung dibagi menjadi 2 gelombang. Gelombang pertama sebanyak 4 kloter dan gelombang kedua 5 kloter, sehingga seluruhnya berjumlah 9 kloter. Tiap kloternya terdiri 445 orang jemaah yang didampingi 5 petugas, yaitu seorang TPHI, seorang TPIHI, seorang dokter, dan 2 paramedis. Selanjunya...