MEKAH, (PR).-
Lokasi melontar jumrah atau Jamarat di Mina dipastikan sudah layak untuk dipergunakan jemaah haji. Pemerintah Arab Saudi hingga Minggu (2/12) tampak masih terus melakukan kegiatan penyelesaian pembangunan Jamarat di lantai satu dan dua.
Wartawan "PR" di Mekah, Nanang Setiawan melaporkan, rencananya pemerintah Arab Saudi akan membangun Jamarat lima lantai. Akan tetapi, yang dibangun baru dua lantai. "Para petugas bekerja keras, dari pagi hingga malam," kata Nanang, yang dihubungi melalui saluran telefon internasional, Senin (3/12).
Dirjen Departemen Urusan Perkotaan dan Pedesaan Arab Saudi Wilayah Mekah, Dr. Habib Zainal Abidin yang dikutip suplemen berbahasa Melayu terbitan Jumat (30/11), mengatakan pembangunan pada lantai dua telah selesai. Hal itu dilakukan demi keselamatan jemaah haji ketika pergi melontar ke Jamarat.
"Pada lantai dua sudah dibangun dua jalan menurun dari arah selatan khusus untuk jemaah haji dari Aziziah dan tanjakan Syudqi. Diharapkan jemaah dapat melontar Jamarat di lantai dua. Setelah itu, mereka dapat kembali ke perkemahan di Mina atau pemondokannya," ujar Habib Zainal Abidin.
Adapun jalan menurun lainnya yang berada di sebelah utara, dikhususkan bagi para jemaah haji yang datang dari al-Adl dan Syisyah. "Jalan menurun ini akan mengatur aktivitas pada saat pelontaran, kemudian kembali ke tempat perkemahan mereka tanpa kesulitan," katanya.
Untuk jalur transportasi bolak-balik (Taraddudy) di tingkat dua jembatan pertama, itu akan dilalui oleh jemaah haji dari stasiun persimpangan Jln. Syaikh Abdullah Hayyat dengan Jln. Malik Kholid. Selanjutnya, jemaah dapat melalui terowongan Malik Kholid bawah tanah sebelah selatan di bawah halaman tempat pelontaran Jamarat dan jemaah haji kembali ke perkemahan.
Untuk jalur yang kedua akan dilalui jemaah haji dari wilayah Sya`bain dan Muaishim melalui Jln. Malik Fahd sampai ke terowongan sebelah selatan bawah jembatan tempat pelontaran, lalu ke stasiun sebelah selatan yang sudah dibangun di lantai bawah tanah (basement).
Jalur ketiga diperuntukkan bagi jemaah haji yang datang dari Dukum al-Wabir dan Muzdalifah melalui Jln. Malik Abdul Aziz sampai ke stasiun sebelah utara yang sudah dibangun di lantai bawah tanah jembatan tempat pelontaran.
Pemerintah Arab Saudi yang diwakili Nur Samad Kamba, mengimbau jemaah haji untuk hati-hati ketika melempar jumrah sebab Jamarat masih belum selesai sepenuhnya pembangunannya.
Transportasi aman
Perusahaan transportasi di Kota Mekah telah menyiapkan 2.929 unit bus untuk mengangkut jemaah pada musim haji 1428 H. Angkutan tersebut mulai aktif mengangkut jemaah sejak tanggal 24 Dzulqaidah (4 Desember 2007) hingga 23 Zulhijah (3 Januari 2008).
Ketua Tim Keamanan di Majelis Permusyawaratan Arab Saudi, Ir. Bakar Hamzah Khusaim mengisyaratkan musim haji tahun 1428 H berjalan lancar. Suplemen berbahasa Melayu melansir pernyataan Bakar Hamzah Khusaim, yang menegaskan sikap keras Arab Saudi dalam menghadapi Gerakan Pengacau Keamanan (GPK) setiap hari.
Sejumlah pakar percaya terhadap petugas keamanan dalam menjaga keselamatan musim haji dari gangguan teroris. Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi, menurut Bakar Hamzah, mengetahui betul seluk-beluk dan sepak terjang gerakan pengacau sehingga dapat segera diambil tindakan pengamanan. "Pihak keamanan telah berhasil menangkap para teroris pengganggu keamanan," katanya. (Mch/"PR"/A-44)*** Selanjutnya...